Mengenal Buddhis adalah blog untuk membantu para pembaca mengenal buddhis dengan baik. ini merupakan salah satu cara dhammadana demi kebahagiaan semua mahkluk. sadhu-sadhu..sadhu
A.Hari raya Magha Puja diperingati antara
bulan Februari-Maret.
B.Hari raya Magha Puja memperingati 4
(empat) peristiwa besar yang terjadi di Veluvana (hutan Bambu).
C.Empat peristiwa tersebut adalah :
a. Berkumpulnya 1250 bikhhu Arahat (tingkat kesucian
tertinggi)
b. Semuanya tahbiskan sendiri oleh Sang Buddha
c. Mereka datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
d. Sang Buddha mengajarkan Ovada patimoka yang merupakan
inti ajaran para Buddha yang berbunyi : “JANGANLAH BERBUAT JAHAT, PERBANYAKLAH
PERBUATAN BAIK, SUCIKAN PIKIRAN, ITULAH INTI AJARAN BUDDHA” referensi video: https://www.youtube.com/watch?v=_1aiShvk6V4
A.Hari Raya Kathina diperingati antara
bulan Oktober-November.
B.Di dalam upacara Kathina, umat
mempersembahkan dana kepada sangha
C.Kalau umat mempersembahkan dana kepada
Sangha pada saat Kathina Dana, bukan berarti dana itu akan dibagi untuk 5 bhikkhu
tersebut, tetapi dana tersebut akan dipergunakan oleh semua bhikkhu dari mana
pun juga.
D.Dana yang dapat diberikan kepada para
bhikku yaitu 4 kebutuhan pokok (catupacaya) yaitu:
·pakaian/jubah,
·makanan,
·tempat tinggal
·obat-obatan.
E.Selain itu kebutuhan penunjang lainnya
misalnya: sandal jarum, sabun alat mencukur rambut, alat tulis diperbolehkan.
F.Riwayat terjadinya Kathina
·Pada zaman Sang Buddha Gotama, pada
musim hujan bulan oktober-juli sampai dengan oktober November.
·Sang Buddha memberi peraturan bahwa
selama musim hujan para bhikkhu tidak boleh bepergian,
·Melainkan harus tinggal disuatu tempat
tertentu: sebab jalan akan menjadi becek, dan akan menyusahkan para bhikkhu,
sedangkan kalau para bhikkhu tinggal di hutan, binatang-binatang kecil akan
terganggu,
·Maka selama 3 bulan masa vassa tersebut
para bhikkhu harus tinggal diam di suatu vihara.
·Suatu saat Sang Buddha melihat Bhikkhu
menemuinya dengan jubah yang rusak dan kotor menjadi kasihan sekali dan muncul
rasa sayang yang luar biasa kepada mereka.
·Kemudian ada umat yang sangat berbakti
Visakkha dan Anathapindika, minta izin kepada Sang Buddha agar mengizinkan
mereka untuk mempersembhkan bahan /kain jubah yang cukup untuk 30 bhikkhu yang
kedinginan dan rusaj jubahnya.
·Kemudian Sang Buddha memberi izin.
·Sejak saat itulah timbul Upacara
Kathina, yang masanya selama 1 bulan,
B.Hari
raya Asadha dikenal hari Pemutaran Roda Dhamma yang Pertama,
C.Pertama
kali Sang Buddha mengajarkan ajarannya kepada lima orang Pertapa, di Taman Rusa
Isipatana, di Benares. Di kenal dengan sebutan “DHAMMA CAKKA PAVATANA SUTTA”.
D.Lima
orang pertapa itu adalah:
1)Kondanna,
2)Badhiya,
3)Vappa,
4)Assaji
5)Mahanama.
E.Inti
kotbah yaitu menghindari 2 (dua) hal yang ekstrim yaitu:
1.Pemuasan nafsu keinginan indria
2.Penyiksaan diri
F.Karena
dua hal itu tidak memberikan manfaat untuk mencapai kesucian.
G.Pada
hari Asadha kita memuji Dhamma dengan mengucapkan Namo Dhammaya artinya terpujilah dhamma
A.Umat Buddha memiliki 4 (empat) hari
besar yang diperingati setiap tahun. Empat hari besar itu adalah hari raya Magha Puja, Waisak, Asadha dan Kathina.
B.Hari Raya Waisak
ØHari raya Waisak
diperingati antara bulan Mei-Juni.
Hari raya waisak
memperingati tiga peristiwa penting yang terjadi pada bulan Waisak, saat
purnama sidhi (bulan terang). Tiga peristiwa itu adalah :
a. Lahirnya
bodhisatva Sidharta di Taman Lumbini
b. Pertapa Sidharta
menjadi Buddha di Buddha Gaya
c. Sang Buddha
meninggal dunia di Kusinara
ØHari raya Waisak ini
biasa disebut hari Buddha
ØPeringatan Waisak
juga bertujuan meningkatkan keyakinan terhadap Sang Buddha dan ajaran-Nya.
ØHari raya waisak
sebagai hari libur nasional sejak tahun 1983, upacara untuk perayaan secara
nasional di pusatkan di candi Mendut dan Borobudur.
A.Ketika Pangeran Siddhattha
berusia tujuh tahun, Ia mulai menjalani pendidikan-Nya.
B.Kedelapan brahmana
terkemuka, yang dahulu diundang raja untuk meramalkan masa depan pangeran,
menjadi guru-guru-Nya yang pertama.
Guru-guru
tersebut bernama:
Rāma
Dhaja
Lakkhanā
Jotimanta
Subhoja
Suyāma
Sudatta
Kondanna
C.Pangeran Siddharta belajar ilmu pengetahuan, tata negara/kerajaan,
perang, keagamaan, dll.
D.Raja Suddhodana
mengutus-Nya untuk berguru kepada guru lain bernama Sabbamitta (Visvamitta).
E.Brahmana Sabbamitta yang
tinggal di daerah Udicca, berasal dari keturunan terkemuka dan ahli dalam
bahasa dan tata bahasa, serta fasih dalam Kitab Veda dan keenam Vedāṅga yang
terdiri dari ilmu fonetik (śikṣā),
upacara keagamaan (kalpa), tata bahasa (vyākaraṇa), ilmu
tafsir kata (nirukta), ilmu metrum persajakan (chandas), dan ilmu
perbintangan (jyotiṣa).
F.Sabbamitta (Visvamitta) gurunya ini Pangeran mendapat pelajaran Ilmu fisik dan ilmu batin.
·Ilmu fisik yang
diajarkan berupa memanah, beladiri,
tinju, gulat, anggar, menjinakkan kuda liar, menunggang kudang, bermain pedang.
·Ilmu batin yang
diajarkan adalan meditasi.
G.Sang Pangeran mampu
mempelajari semua mata pelajaran yang Ia terima dari guru-Nya, termasuk ilmu
kemiliteran, bela diri seperti tinju, gulat, anggar, dan berkuda.
H.Ia adalah siswa yang
terpandai dan terbaik dalam segala hal bahkan menjadi lebih pandai dari
guru-guru-Nya.
I.Ia adalah siswa yang paling
bijak dan satu-satunya yang banyak bertanya kepada para guru dan kakak
seperguruan-Nya.
J.Ia juga anak yang terkuat,
tertinggi, dan tertampan di kelas. Meskipun Pangeran Siddhattha adalah siswa
yang terpandai, Ia tidak pernah lalai dalam bersikap santun dan memberikan
penghormatan yang sepantasnya terhadap guru-guru-Nya.
K.Sang Pangeran tidak pernah
menyia-nyiakan waktu tenang dan berlatih meditasi.
L.Meskipun Ia juga terlatih
dalam seni memanah dan dalam pemakaian senjata, tetapi Ia tidak suka melukai
makhluk lain. Ia juga menghindari pembunuhan atau penganiayaan hewan jinak
sekalipun, seperti kelinci dan kijang.
M.Pangeran Siddharta adalah pangeran yang sederhana. Ia tidak pernah
sombong, baik hati, memperlakukan orang lain dengan sopan dan rendah hati.
N.Perbedaan
sifat Pengeran Siddharta dengan anak seusianya:
Gemar meditasi
Cerdas dan
mahir dalam segala hal
Siswa yang paling bijaksana
Memiliki
semangat belajar yang tinggi karena selalu merenungkan bahwa belajar akan
menambah ilmu pengetahuan dan kepintaran